Layanan Koleksi dan Informasi

PERPUSTAKAAN DIGITAL

Selamat bergabung di Perpustakaan Digital Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dahani Dahanai Buntok

PERPUSTAKAAN DIGITAL
Shape Image

Pada prinsipnya, semua kegiatan yang dilakukan di perpustakaan ditujukan untuk pemustaka. Kegiatan perpustakaan merupakan kegiatan layanan atau jasa, yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 kelompok layanan, yaitu layanan teknis dan layanan pemustaka. Maksud dari layanan teknis adalah kegiatan back officeperpustakaan, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan persiapan penyajian bahan pustaka pada pemustaka, seperti kegiatan pengadaan dan pengolahan bahan pustaka. Setelah bahan pustaka selesai diolah maka bahan pustaka siap disajikan kepada pemustaka agar dapat digunakan baik untuk dibaca ditempat, dipinjam, difotokopi atau sebagai informasi rujukan. Dalam hal ini, yang menanganinya adalah kegiatan layanan pemustaka atau layanan front office perpustakaan, yaitu layanan yang berhubungan langsung dengan pemustaka (selanjutnya disebut layanan perpustakaan). Oleh karena kegiatan layanan perpustakaan berinteraksi langsung dengan pemustaka maka pemustaka dapat langsung menilai baik buruknya penyelenggaraan perpustakaan berdasarkan kepuasan pemustaka atas layanan yang disajikan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa citra dan keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan fungsinya ditentukan oleh kinerja layanan perpustakaan kepada pemustakanya. Berkaitan dengan hal ini, banyak pula yang berpendapat bahwa layanan perpustakaan merupakan ujung tombak dari penyelenggaraan perpustakaan. Dalam menyelenggarakan kegiatan layanan perpustakaan, harus terdapat beberapa unsur utama, diantaranya fasilitas layanan perpustakaan, bahan pustaka yang dapat disediakan, pemustaka yang membutuhkan, dan petugas layanan. Unsurunsur tersebut harus menjadi pertimbangan utama bagi perpustakaan yang ingin menyelenggarakan layanan pemustaka. Fasilitas layanan, seperti ruang koleksi, ruang baca, sarana penelusuran tentunya harus ada untuk digunakan pemustaka. Berbagai jenis bahan pustaka sesuai dengan sasaran pemustakanya dan pemustakayang membutuhkan informasi, serta petugas yang siap melayani dan membantu pemustaka dalam mencari informasi. Unsur-unsur di atas merupakan prasyarat utama dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan,sedangkan banyaknya jenis layanan tergantung pada jenis perpustakaan (karena berkaitan dengan sasaran pemustakanya), tujuan perpustakaan dan kemampuan masing-masing perpustakaan untuk dapat menyelenggarakan layanan pemustaka yang bervariasi. Satu jenis perpustakaan pun belum tentu menyediakan layanan yang sama. Banyak faktor yang memengaruhi, misalnya ketersediaan sumber daya manusia yang dapat menjalankan suatu jenis layanan, anggaran yang dapat mendukung kegiatan layanan tersebut, dan kebutuhan pemustaka.

 

Dalam Undang-Undang RI No. 43 tahun 2007 Pasal 20 disebutkan bahwa Perpustakaan terdiri atas:

  1. Perpustakaan Nasional;
  2. Perpustakaan Umum;
  3. Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
  4. Perpustakaan Perguruan Tinggi; dan
  5. Perpustakaan Khusus.

Perpustakaan  Perguruan  Tinggi,  setiap  perguruan  tinggi  menyelenggarakan  perpustakaan  yang  memenuhi  standar nasional  perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.Tujuan utama didirikan Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah untuk membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya, yaitu melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Sedangkan tujuan khususnya adalah sebagai berikut.

  1. Memenuhi kebutuhan informasi masyarakat perguruan tinggi.
  2. Menyediakan bahan rujukan pada semua tingkat akademis.
  3. Menyediakan ruangan belajar untuk pemustaka.
  4. Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna untuk berbagaijenis pemustaka.
  5. Menyediakan jasa informasi aktif yang tidak saja terbatas pada lingkungan perguruan tinggi,tetapi juga lembaga industri lokal.

© 2021, bukupt.stiedahanidahanai.com  All Rights Reserved.

Gulir ke Atas